Kamis, 27 Januari 2011

Akselerasi Untuk Anakku

Apa yang aku lihat dari anakku, pada awalnya tentu tidak mampu untuk mengidentifikasikan bagaimana sebenarnya anakku itu. meski ku tak mampu tapi aku menyadari bahwa anakku dalam hal kemampuan, motivasi, wawasan serta daya ingatnya menurutku telah melampaui rata-rata anak-anak sebayanya.
Mengkategorikan anakku sebagai anak pandai terus terang menimbulkan rasa bangga pada diriku sebagai orang tua tetapi aku selalu berupaya bagaimana cara kelebihan yang ada tersebut tersalurkan dan memperoleh tempat dan sarana yang sesuai.
Dari kecil sudah nampak sebagai seorang anak yang aktif baik dalam gerak juga ketika berbicara. Cepat tanggap dan mudah mengerti.
Usia 2 tahun lebih sudah tertarik pada huruf dan angka dalam bentuk mainan plastik bermagnet, hapal benar dia! seperti di luar kepala. Aku agak kaget juga tapi aku pikir karena huruf-huruf itu dia mainkan setiap hari.
Akhirnya timbul ideku untuk mencoba melatihnya dengan menyambung huruf-huruf tersebut dengan terlebih dahulu mengenalkan kalau a,i,u,e dan o yang cuma lima huruf itu sebagai huruf hidup dan semua huruf jika berteman dengan huruf hidup itu, baru bisa dibaca.
Hasilnya luar biasa...mudah sekali dan cepat! pemahamannya seperti anak usia masuk Sekolah Dasar. belum genap 3 tahun lancar membaca dan berbicara.
Ada yang mengatakan anakku anak pandai..anak hebat bahkan anak jenius tapi itu tidak benar seluruhnya, dia cuma anak-anak biasa yang juga kadang rewel dan malas belajar setiap hari. Tetapi karena keingintahuan yang besar sehingga pengetahuan atau wawasannya lebih dari anak-anak sebayanya. Seperti contohnya dengan mudahnya dia menyebutkan nama negara-negara di seluruh dunia meski itu peta buta berikut ibu kotanya, mata uangnya juga budayanya. Meski kadang dia juga kurang hapal mengenai sungai, gunung, danau di seluruh dunia itu.
Jadi aku lebih suka kalau anakku disebut anak yang berbakat..itu saja.
Pengertain anak berbakat menurut Depdiknas/pemerintah adalah:
1. Mereka yang taraf intelengensia / IQ nya di atas 140
2. Mereka yang oleh psikolog dan/atau guru diidentifikasikan sebagai peserta didik
yang telah mencapai prestasi yang memuaskan, dan memiliki kemampuan
intelektual umum yang berfungsi pada taraf cerdas dan keterikatan
terhadap tugas yang tergolong baik serta kreatifitas yang memadai.
Dan definisi berbakat menurut United States Of-fice of education 1972 (Program Percepatan Belajar) adalah:
Anak berbakat adalah mereka yang diidentifikasikan oleh orang-orang yang berkualifikasi profesional memiliki kemampuan luar biasa dan mampu berprestasi tinggi. Anak-anak ini membutuhkan program pendidikan yang terdiferensiasi dan atau pelayanan di luar jangkauan program sekolah reguler agar dapat merealisasikan kontribusi dirinya ataupun masyarakat.
Dari dua definisi ini, dpt disimpulkan pengertian akselerasi.
Jadi anak berbakat menurut Program Percepatan Belajar dan menurut Depdiknas adalah yang menunjukkan prestasi yang tinggi dan menurut pandangan ahli memiliki kemampuan yang dikategorikan luar biasa, di Indonesia dapat direkomendasikan dalam Program Akselerasi.
Input dalam mengkategorikan siswa berbakat salah satunya adalah input dari orang tua. Karena orang tua memiliki sejumlah pengetahuan yang relevan. mereka lebih memahami kemampuan motivasi, konsep diri dan kapasitas kreatif dari anak-anaknya terutama saat anak-anaknya dalam situasi bebas dan tidak dibatasi oleh lingkungan kelas.
Menurutku informasi orang tua itu sering tidak diketahui dan tidak disadari oleh guru, padahal dapat menjadi nilai yang berharga dalam proses identifikasi.
Memahami apa yang ada pada anakku, aku dan suami mulai mencari informasi tentang sekolah apa yang kemungkinan sesuai untuk anakku.
Ternyata sekolah tempat anakku pertama SD Negeri Kendangsari I Surabaya, sudah beberapa tahun ini ada program kelas akselerasi. Meskipun aku bermaksud menyekolahkan anakku di sana dengan harapan bisa mencapai kelas akselerasi tapi aku tetap harus bertanya pada anakku apakah dia mau dan sanggup menjalaninya.
Pada tahun ketiga ternyata apa yang aku harapkan terkabul, anakku berhasil lolos masuk kelas akselerasi dengan IQ 130.
Aku lihat anakku sangat antusias pada saat itu.
Program Akselerasi di SDN Kendangsari I menggunakan metode pengelompokkan anak-anak berbakat ini dalam satu kelas sendiri yang khusus dan eksklusif baik mengenai cara belajar anak dan cara mengajar guru juga berbeda dengan kelas reguler mengenai kalender akademiknya.
Program Akselerasi di sekolah anakku...dimulai direkrut setelah naik ke kelas tiga. kelas tiga, empat dan lima ditempuh dalam waktu dua tahun. Jadi masing-masing kelas ditempuh hanya delapan bulan.
Pada awalnya agak terkaget juga dengan cara belajar cepat tapi harus memahami dan mengerti. Tapi setelah beberapa saat , ia mulai beradaptasi.
Program Akselerasi memang meiliki banyak manfaat selain merupakan suatu penghargaan bagi siswa juga meningkatkan efesiensi dan efektifitas juga ekonomis.
Meski banyak manfaat bukan berarti tidak berdampak sesuatu bagi siswa baik dalam hal akademik juga dalam hal emosional dan kehidupan sosial anak.
Dari segi akademik...berdampak apabila ia merasa tidak senang dengan cara belajar seperti itu, juga karena kurang siap baik dari siswa atau orang tua. jadi peran penting guru dan orang tua sangat penting dalam mendampingi setiap permasalahan dan tantangan yang harus dipecahkan si anak.
Dan dari segi emosi dan kehidupan sosial...dengan adanya kelas yang tersendiri jika tidak diantisipasi akan timbul rasa anti sosial pada kelompok yang lain. karena menurut penelitian anak berbakat itu cenderung "ngotot", berpikir bebas, dan introvet. Sehingga sebaiknya sejenak kita alihkan anak supaya tidak hanya belajar dan bergaul hanya di sekolah hanya dengan teman sekelasnya. Tetapi di rumah dia masih bisa memiliki waktu untuk bermain bersama teman-temannya di lingkungannya.
Tanpa terasa telah delapan bulan anakku menjalani kelas akselnya dan sekarang telah naik ke kelas empat...terlihat enjoy dan sudah terbiasa dengan ritme belajar cara akselerasi
Semoga apa yang aku ungkapkan ini bermanfaat bagi semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar