Selasa, 25 Januari 2011

Nasi jagungku

Wak..wak..gung..nasinya..nasi jagung
urapnya..urap kangkung
Hehehe..kalau aku lagi makan nasi jagung pasti aku ingat lagu itu..lagu dolanan anak-anak tradisional.
Cerita tentang nasi jagung, waktu aku masih kecil dulu aku sama sekali tak mengenal apalagi menikmatinya. baru beberapa tahun ini aku mengenal dan ternyata aku menyukainya dan sekarang kalau lagi kepingin tanpa bisa di tahan langsung aku membelinya ke pasar.
Pagi tadi kebetulan aku ke pasar, dalam perjalanan aku memang sudah rencana untuk membeli nasi jagung kegemaranku buat sarapan.
Nasi jagung adalah nasi khas dari pulau Madura yang merupakan campuran antara nasi putih dan butiran jagung yang dimasak bersama sebagai nasi jagung.
Lauknya pun bisa bervariasi tapi yang utama pasti ada urap, lodeh, mendol, ikan asin goreng dan sambal.
Oh belum sampai..aku sudah membayangkan kelezatannya serta berharap hari ini ada dadar jagung sebagai lauk tambahannya karena memang mbak penjualnya kalau membuat lauk berganti-ganti, supaya tidak membosankan.
Ternyata hari ini si mbak nasi jagung membuat bali tongkol dan tahu..terpaksa aku cuma mau tahunya saja. Tapi tetap lezat perpaduannya..nasi jagung, lodeh manisa, urap-urap, oseng terong, tahu bali, ikan asin dan sambal bajak..hhmmmmm ??
Yang dimaksud dengan urap adalah beberapa macam sayuran yang telah direbus dicampur (diurap)dengan kelapa muda berbumbu yang sudah dikukus.
Sedangkan mendol adalah tempe yang kemarin jadi setengah busuk karena jamur dihaluskan dan dicampur dengan bumbu-bumbu kemudian di kepal-kepal terus digoreng kering, yang rasanya lezat jadi nggak ingat akan busuknya.
Pokoknya kalau lagi menikmati nasi jagung yang enak dan pas bumbunya menurut selera kita..dijamin akan pingin lagi suatu saat.
Nasi jagung di pasar Soponyono Rungkut di daerahku memang top dan mak nyus..meskipun si mbak pejualnya yang kebetulan juga orang Madura asli berjualannya sambil duduk di bawah dan harganyapun sangat murah cuma empat ribu rupiah sebungkus.
Perut ini sesekali boleh diisi dengan makanan-makanan import tetapi harus sering diisi dengan makanan-makanan tradisional.
Aku bersyukur tinggal di Indonesia bisa menikmati nasi rawon, soto, bakso, rendang, semur, pecel dan lain-lainnya. Tak bisa kubayangkan jika tiap hari aku harus makan daging saja dengan kentang atau salad sayur dengan saus yang aneh ditaburi keju atau cereal dengan susu sebagai sarapannya, meski aku doyan juga tetapi kalau tiap hari mungkin aku akan tersiksa...alhamdulillah tidak demikian adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar